Pengertian Surat Kuasa - Datazku

Ads 728x90

Sunday, January 28, 2018

Pengertian Surat Kuasa


Salam pembaca, semoga Anda sehat selalu.

Baiklah kali ini Admin, ingin menjelaskan sedikit pengertian dari surat kuasa. Langsung saja Anda lihat di bawah ini.


Terkadang kita secara tidak sengaja mendengar tentang surat kuasa, baik itu secara umum, maupun di tempat Anda kerja. Namun kita tidak paham apa yang dimaksud surat kuasa tersebut. Surat kuasa adalah surat yang dibuat untuk memberikan kekuasaan terhadap seseorang yang dapat dipercaya supaya bertindak mewakili orang yang memberi kuasa, karena orang yang memberi kuasa tidak dapat melaksanakannya sendiri.


Nah bagaimana, kira-kira sudah tahu bukan, apa yang dimaksud dengan surat kuasa.


Baca juga: Isi Surat Kuasa dan Bagian-bagiannya

Berikut dibawah ini merupakan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat surat kuasa, antara lain:
  1. Surat kuasa dibuat berhubung yang memberi kuasa tidak dapat melaksanakan sendiri.
  2. Surat kuasa diberikan oleh seseorang kepada orang lain untuk bertindak sebagai pemberi kuasa berdasarkan unsur kepercayaan.
  3. Surat kuasa untuk instansi atau kedinasan ditulis di atas kertas segel atau kertas yang bermaterai.
  4. Surat kuasa untuk mengambil gaji atau honorarium, secara perseorangan yang diberikan kepada orang terdekat atau sangat dipercaya tidka perlu memakai materai atau ditulis di atas kertas segel.
  5. Pemberi dan penerima kuasa harus sudah dewasa, sehat jasmani, dan rohani.
  6. Identitas pemberi dan penerima kuasa harus jelas nama, unsur, pekerjaan serta alamat masing-masing.
  7. Surat kuasa yang dibuat oleh perusahaan atau instansi harus memakai nomor surat kuasa.
  8. Perlu dijelaskan maksud dan tujuan dibuatnya surat kuasa itu.

    Baca juga: Contoh Surat Kuasa
  9. Surat kuasa hanya berlaku untuk jangka waktu yang telah ditetapkan dalam surat kuasa.
  10. Surat kuasa perlu mencantumkan tempat, kota, tanggal, bulan, dan tahun surat kuasa dibuat.
  11. Surat kuasa perseorangan tidak memakai nomor surat kuasa.
  12. Surat kuasa harus ditandatangani oleh pemberi atau penerima kuasa.
  13. Surat kuasa instansi atau kedinasan yang dibuat perusahaan harus memakai cap atau stempel instansi atau perusahaan yang bersangkutan.

Itulah sedikit contoh dari surat edaran. "Bagikan atau share Artikel ini, jika Anda menyukainya atau merasa Artikel ini bermanfaat.". Namun jika Anda tidak menyukainya, tidak ada unsur paksaan, tetapi sangat diharapkan. Semoga bermanfaat, terima kasih. Demikianlah pengertian dari surat edaran, semoga bermanfaat.

Load Comments

Ads 728x90